BIOLOGI DALAM AL-QUR’AN (1)

Semakin berkembang IPTEK, semakin terungkap kebenaran Al-Qur’an


”Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga percaya?” (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 30 )

Teori Big Bang

 Gambar

Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar (bahasa Inggris: Big Bang) merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta (dikenal juga dengan Teori Ledakan Dahsyat atau Model Ledakan Dahysat). Berdasarkan pemodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang secara terus menerus hingga hari ini. Berdasarkan pengukuran terbaik tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu, yang kemudian selalu menjadi rujukan sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut.Teori ini telah memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan (http://id.wikipedia.org/wiki/Ledakan_Dahsyat )

Makhluk Hidup Diciptakan dari Air
Gambar

Semua makhluk Hidup mempunyai sel, baik yang bersel satu ataupun bersel banyak. Didalam satu sel tersebut terdapat Sitoplasma. Hari ini kita tahu bahwa Sitoplasma yang merupakan zat isi pokok dari sel hidup mengandung 80% air. Semua makhluk hidup mengandung 50-70% air.dan tanpa air makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Dan terbukti kebenarannya. Alqur ‘an bertanya : “Kami jadikan semuanya makhluk hidup dari air. Apakah kalian tidak percaya?” dia bertanya kepada semua manusia, dan dia menginginkan jawabannya

Firman Allah :

Gambar

”Dan Allah telah menciptakan semua makhluk hidup (dabbah) dari air, maka sebagian dari makhluk itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. An-Nur(24) : 45 )

 Gambar

”Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.” (Q.S. Al-Furqon : 54 )

Wallahu ‘alam ….

Dari berbagai sumber

PUISI adalah hati, cinta, perasaan, dan jiwa

William Wordsworth (1770-1856) mengatakan puisi yang baik adalah aliran estetika dari perasaan yang kuat bertenaga, yang mengambil sumbernya dari emosi yang diraih kembali dalam keadaan yang setenang-tenangnya.

Ini memperlihatkan bahwa tidak ada pembatasan yang kaku mengenai proses pembuatan puisi. Banyak pengapresiasi yang menilai keberhasilan puisi atau puisi yang baik tercapai jika penyair bisa mengendalikan emosi saat menuliskannya.

Herman J. Waluyo mendefenisikan puisi sebagai karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif). Kata-kata benar-benar dipilih agar memiliki kekuatan pengucapan. Walaupun singkat dan padat namun berkekuatan.

Apapun itu mengenai defenisi puisi yang pasti puisi adalah perasaan. Seseorang yang mampu membuat puisi berarti dia berperasaan. Dengan kata lain, hanya orang-orang yang berperasaanlah yang sanggup masuk ke dunia sastra puisi.

Begitulah sekiranya yang tergambar pada buku antologi puisi Kuncup Itu yang ditulis oleh anak-anak remaja, berstatus sebagai pelajar di SMA Muhammadiyah 1 Medan. Buku ini telah diluncurkan pada November 2011 oleh Win’s Sharing Club (WSC) Medan dan Format Publishing di UMSU, bertepatan dengan peluncuran buku lainnya: Sastra Mandiri, Surat Cinta untuk Murobbi, dan Memoar Teropong.

Para pelajar yang sekaligus penulis di buku ini ingin menunjukkan kreasi bahwa mereka mampu, mereka sanggup berkarya dengan keterbisaan yang ada. Sastra takkan mati, puisi akan abadi, selagi ada generasi yang meneruskan perjalanan indah tentang perasaan.

Ada enam puluh sembilan siswa yang memamerkan perasaan hatinya di antologi ini. Tentu saja anak-anak yang masih muda, dengan perasaan bergelora, dan warna segar menampilkan puisinya.

Lalu kuncup itu menamparku

Menyadarkan kesalahan masa laluku

Memaksaku untuk berteriak malu

Membuatku menangisi dosa-dosaku

 

Tiba-tiba kuncup itu menghangat

Goyangan angin menambah keindahannya

Perlahan tapi pasti aku mendengar

“Tenanglah, esok kitapastikan mekar lagi”

 

Sebuah suspen di akhir puisi yang mengejutkan bagi pembaca. Ada harapan, cita, ataupun asa yang dititipkan lewat puisi ini. Kita takkan tahu apa keinginan generasi muda, maka dengarkanlah apa yang mereka pinta pada tiap katanya.***

 

Peresensi: Winarti

Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU

SMA Muhammadiyah 1 Medan Dorong Siswa Pahami Jurnalistik

Medan, 29 September 2012 – SMU Muhammadiyah 1 Medan mendorong siswanya untuk memahami Jurnalistik. Melalui pelajaran bahasa Indonesia, guru SMA Muh-1 Medan, Susilawati, S.Pd,  meminta anak didiknya untuk mempelajari jurnalistik sebagai salah satu proses untuk mempelajari bahasa Indonesia. Untuk itulah, siswa SMA Muh-1 Medan itu melakukan kunjungan belajar ke salah satu media terbesar di Sumatera Utara, yakni Harian Waspada, Rabu (26/9) lalu.

Usaha guru bahasa Indonesia di SMA Muh-1 untuk mendekatkan siswanya pada proses kerja Jurnalistik pantas diacungkan jempol. Diharapkan dengan siswa memahi peroses kerja dan proses hasil dari kerja jurnalitik itu akan mendorong mereka mencintai profesi jurnalistik yang sangatbanyak hubungannya dengan bahasa Indonesia.

Rombongan siswa SMA Muh-1 Medan saat berkunjung ke Harian Waspada, Medan dipimpin oleh Hariska Maulana menjelaskan, mereka adalah siswa kelas XI/IPS dan oleh guru ditugaskan untuk mempelajari jurnalistik serta melakukan kunjungan belajar. Dan Harian Waspada yang merupakan media terbesar di Sumatra yang mulai terbit pada 11 Januari 1947 itu, menjadi pilihan. Di Redaksi Harian Waspada mereka diterima Humas Harian itu, Erwan Effendi.

Proses belajar yang dilakukan SMA Muh-1 Medan ini pantas ditiru sekolah lainnya dilingkungan Muhammadiyah maupun sekolah negeri dan sekolah swasta lainnya dengan melakukan kunjungan belajar kebanyak lembaga dan istansi guna mendorong pemahaman siswa lebih baik terhadap lingkungan eksternalnya.

dikutip dari :

http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1741-detail-sma-muhammadiyah–1-medan-dorong-siswa-pahami-jurnalistik.html

BIOPLASTIK DARI KULIT PISANG

Plastik adalah produk sintesis atau semisintesis yang cukup familiar dalam kehidupan kita sehari-hari. Seringkali kita menggunakan bahan ini sebagai pembungkus atau wadah menyimpan makanan. Namun tahukah anda, bahwa penggunaan bahan dari plastik secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak yang buruk pada lingkungan, karena plastik sendiri membutuhkan waktu selama ratusan tahun untuk hancur atau terurai dengan tanah. Oleh karena itu, kini telah ada teknologi baru yang dapat membuat kemasan dari bahan organic, sehingga dapat terurai di tanah. Teknologi ini disebut dengan Bioplastik.

Bioplastik adalah plastik yang dapat diperoleh dari bahan bio massa atau bahan yang dapat diperbarui. Jenis plastik ini berbeda dengan plastik konvensional yang terbuat dari bahan dasar petroleum atau miyak bumi, karena Bioplastik dibuat dari bahan mentah minyak dan tepung yang dapat diperoleh dari tanaman seperti jagung dan gula bit. Sebenarnya selain jagung dan gula bit, kulit pisang juga dapat dijadikan bahan utama pembuatan Bioplastik, karena di kulit pisang tersimpan pati sebesar 17%. Pati inilah yang bisa dijadikan bahan dasar untuk bioplastik.

Penggunaan kulit pisang sebagai bahan utama Bioplastik pertama kali diperkenalkan oleh Jessica Lo bersama dengan Seraphine Alarice Mulya, siswi kelas 11 jurusan IPA 2 di SMA Kristen Cita Hati, Surabaya, pada tahun 2011 yang lalu. Mereka melakukan penelitian sekaligus penciptaan plastik ramah lingkungan berbahan kulit pisang, karena kulit pisang seringkali hanya dibuang dan menjadi sampah. Dengan adanya bioplastik dari kulit pisang ini, mereka berharap jenis plastik ini dapat menjadi alternativ untuk material pembungkus makanan, atau makanan kecil yang ramah lingkungan serta bebas karsinogen. Atas penemuan ini, Jessica Lo kemudian mewakili Indonesia dalam lomba International Conference for Young Scientist (ICYS), di Moskow, Rusia pada 24 hingga 28 April 2011 yang lalu dan berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas.

Video di atas adalah cara membuat bioplastik dari kulit pisang yang diperagakan oleh DAAITV

Semoga bermanfaat..
Bahan tulisan :
http://id.voi.co.id/voi-warna-warni

MEMBUAT BIOPLASTIK DARI JAGUNG

Gambar

Sebelum mengetik lebih jauh, saya ingin memberikan rasa terima kasih pada Brandon Sweeny dan rekan, anak-anak muda dari AS, yang telah membagikan materi berikut ini di internet.

BioPlastik adalah plastik yang diperoleh dari bahan-bahan bio masa yang dapat diperbaharui (renewable). Plastik ini berbeda dari plastik konvensional yang diproduksi dengan bahan dasar petroleum.

Kenapa sih perlu dunia ini membutuhkan bioplastik? Dan bagaimana cara membuat bioplastik secara sederhana?

Plastik dibutuhkan dalam berbagai keperluan sehari-hari dalam kehidupan modern ini. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, 100 juta ton plastik konvensional berbahan dasar petroleum diproduksi tiap tahun. Dibutuhkan 7 juta barel minyak per hari untuk memperoleh bahan dasar plastik dan untuk memproduksinya.
Bayangkan, berapa banyak polusi dan penggunaan bahan bakar fosil yang bisa ditekan, apabila bio plastik ini digunakan di seluruh dunia. Belum lagi masalah sampah plastik konvensional yang tidak terurai, dan mencemari lingkungan.

Sebelum kita mulai, mari sedikit kita mengulas mengenai kimia dari polimer. Polimer adalah bahan utama dari semua plastik. Plastik yang ideal memiliki rantai polimer yang sangat panjang dan lurus yang membuatnya kuat dan lentur. Sedangkan tajin tepung jagung (salah satu bahan organik yang akan kita coba untuk membuat bioplastik) terdiri dari 2 komponen dasar: amilose dan amilopektin.

Amilosa adalah polimer yang lurus dan panjang, persis seperti yang kita butuhkan.
Amilopektin, di sisi lain, adalah polimer yang pendek dan bercabang, yang artinya: ini akan menghasilkan plastik yang kaku dan rapuh.

Ada 2 hal yang kita akan lakukan untuk meningkatkan sifat dari plastik kita ini.

Pertama, teknik ini sangat sederhana yang dinamakan hidrolisis asam (acid hyrolysis) dengan menambahkan cuka ke dalam plastik, kita bisa mematahkan cabang amilopektin yang membuat plastik menjadi kaku dan rapuh.
Kedua, kita akan menambahkan plasticizer, bahan ini bisa didapatkan dari toko kimia atau toko grosir dengan sebutan gliserin. Gliserin berperan sebagai pelumas pada tingkat molekul. Untuk memmahaminya, bayangkan saja semangkok mi lengket dan kempal, lalu kita menuangkan minyak sayur ke atas mi agar tidak begitu lengket lagi.

Jika Anda membutuhkan plastik yang lentur, terutama untuk tas, tambahkan lebih banyak gliserrin, tapi jika ingin plastik yang kaku, maka gunakan lebih sedikit gliserin.

Pengen mencoba membuat bioplastik secara sederhana dengan tepung jagung?
Ini dia caranya kalau pengen nyoba bikin bioplastik sendiri…. Setelah selingan iklan di bawah ini…

Bahan:
1. Satu sendok makan tepung jagung atau tepung maizena
2. Empat sendok makan air
3. Satu sendok teh gliserin
4. Satu sendok teh cuka dapur

Cara Membuat:

  • Masukkan semua bahan ke dalam panci kecil dan panaskan dengan api kecil
  • Aduk-aduk bahan tadi sambil dipanaskan hingga adonan berbentuk seperti jel, pecahkan gelembung udara yang biasa agar hasilnya bagus
  • Matikan api kompor, dan tuangkan adonan ke atas alas, atau cetakan. Jika ingin membuat plastik dalam bentuk lembaran, tuang dan ratakan adonan di atas alas dengan luas yang cukup, diamkan selama sekitar satu hari.

Jadilah percobaan kita membuat plastik dari bahan organik.

Kiprah Indonesia Dalam Bidang Plastik Ramah Lingkungan
Di Indonesia, penelitian tentang plastik ramah lingkungan telah dilakukan. Adalah Prof. Dr. Wiwik Sringatin Subowo, seorang peneliti polimer dari LIPI, yang menemukan plastik ramah lingkungan dengan bahan campuran pati jagung terlapisi dan polietilen, yaitu polimer sintetis berbasis petroleum. Berikut adalah kutipan dari TokohIndonesia.com:

Temuan plastik baru ini dapat terurai hingga 25 persen dalam waktu setahun karena menggunakan bahan organik dan memiliki pori lebih lebar. Wiwik juga menemukan bahan pengganti serat kaca (glass wool) dan sterofoam, berupa material teknis densitas rendah berbahan baku serat kapok. Ini adalah peredam suara dan lapisan peredam benturan pada helm.

Wiwik mendapat paten formula plastik ramah lingkungan Poliblen Pesicorn (Poly Ethyl Silicon Oil Corn) itu tahun 2003. Sejak bekerja di LIPI (1972) Wiwik terlibat dalam kerja sama penelitian ASEAN-Jepang sebagai koordinator proyek.

Ia bekerja sama dengan National Institute of Materials and Chemical Research Tsukuba Jepang.

Wow! Keren!

Bahan tulisan:
Prof. Dr. Wiwik Sringatin Subowo
Brandon Sweeny dan rekan (green-plastic.net)

Menata Taman Rumah

Gambar

Kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, dapur, gudang, dan hampir semua ruang di dalam rumah beres dengan desain minimalis dan sesuai harapan. Tapi coba perhatian selanjutnya bisa saja tertuju pada taman rumah. Menentukan pilihan taman untuk dibuat di dalam atau di luar rumah bisa dilihat dari selera penghuni rumah juga luas lahan yang tersedia pada rumah. Jika masih cukup lahan di luar rumah maka Anda bisa membuatnya di luar. Namun jika Anda merasa juga ingin membuat taman di dalam rumah, juga bisa menjadi ide menarik. Membuat taman di dalam rumah atau yang biasa di sebut dengan innercourt ini bisa memberikan manfaat ganda khususnya pada anggota keluarga. selain memberi kesegaran untuk mata karena nuansa asrinya juga akan menghijaukan interior rumah.

Selain itu, dengan hadirnya taman di dalam rumah juga bisa menyalurkan kreatifitas serta imajinasi dalam menata taman di dalam rumah. Hal yang harus diperhatikan saat membuat taman di dalam rumah yaitu letak taman atau lokasi, jenis tanaman yang nantinya akan dipilih, unsur hara dalam tanah pad ataman tersebut, komposisi letak tanaman hingga pernak pernik hiasan pelengkap interior taman rumah minimalis. Kini akan di ulas secara detail satu per satu.

Tata Letak Taman

Taman di dalam rumah bergantung pula terhadap bentuk bangunan dan ketersediaan lahan yang ada. Beruntunglah jika Anda memiliki lahan luas. Tetapi untuk yang memiliki lahan terbatas jangan lantas berkecil hati. Solusinya bisa disiasati dengan cara memilih jenis tanaman dan penghias taman yang tepat namun tak berlebihan.

Pilih Tanaman Hias

Dalam memilih tanaman hias untuk innercourt, perlu memperhatikan hal seperti kontur taman, kondisi tanah, sampai kondisi unsur hara di dalamnya. Dari hal tersebut, kita bisa memutuskan tanaman apa yang bisa tumbuh dalam keadaan tanah dengan unsur tersebut. Bahkan kita juga bisa memperhatikan seberapa besar intensitas cahaya matahari yang jatuh pada taman di dalam rumah minimalis. Terdapat beberapa jenis tanaman yang tumbuh subur dalam intensitas matahari kurang memadai tetapi ada pula tanaman yang justru akan susah berkembang tanpa sinar matahari berlebih.

Atur Komposisi Taman

Sudah memilih jenis tanaman yang akan dipakai? Kini aturlah komposisi dan bentuk taman. Tentunya dibutuhkan kreatifitas dan imajinasi untuk membuatnya karena tentu berdasarkan selera penghuni rumah. Jika Anda menyukai tanaman daripada batu-batuan, Anda bisa mengatur jumlah tanaman hias dengan komposisi yang menarik. Apabila hasilnya memuaskan, Anda pasti betah berlama-lama menikmati suasana taman hijau di dalam rumah.

Hadirkan Kolam

Lupa dengan item yang satu ini? Suara gemercik air bisa menjadi suara latar yang diyakini dapat memberikan suasana rileks. Kecil atau besar kolam tentu bukan menjadi ukuran. Bila ruangan taman interior terbatas, bisa pula hadirkan miniatur air terjun sebagai pengganti kolam. Suara gemercik air yang dihasilkan tidak terlalu jauh berbeda dengan suara gemercik air dari pancuran kolam pada umumnya.

Pernak Pernik Cantik Penghias Taman

Untuk yang satu ini tergantung pada bentuk gaya taman yang dipilih. Jika suka dengan gaya oriental, menggantungkan lampion bisa jadi pilihan menarik. Atau taman kering tropis ala Jepang juga tak kalah menawan dengan bonsai dan hiasan bebatuan alami yang memberikan nuansa filosofi.

Setelah semua langkah sudah dilakukan, jangan lupa untuk perawatan interior taman. Karena perawatan taman di dalam maupun luar rumah tetap saja penting. Dengan perawatan yang teratur maka keindahan dan kebersihan taman akan tetap terjaga sehingga penghuni rumah bisa menikmatinya kapan saja. Informasi mengenai taman rumah minimalis modern juga bisa dilihat disini. Selain itu, taman di dalam rumah atau innercourt juga rentan kotor dan merusak pemandangan interior rumah. Jadi, selalu perhatikan perawatan interior rumah Anda.

sumber : http://rumah-minimalis.org/menata-taman-interior-rumah-minimalis/

KURIKULUM 2013 :Siswa SMA Dikelompokkan Sesuai Minat, Bukan Jurusan

Gambar

Keputusan pelaksanaan Kurikulum 2013 sudah final. Pada tahun pertama, kurikulum baru hanya diberlakukan di 30 persen sekolah dasar/MI kelas I dan IV di setiap kabupaten/kota di semua provinsi.

”Adapun untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK akan diberlakukan di kelas VII dan X di semua sekolah tanpa kecuali,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Minggu (6/1) malam, di Jambi.

”Pertimbangannya 30 persen saja agar proporsional dan tidak menumpuk di perkotaan. Kita juga realistis karena jumlah SD/ MI sekitar 170.000,” ujar Nuh.

Tim penyusun kurikulum internal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta para narasumber juga memutuskan penyampaian materi pembelajaran tetap sesuai dengan rencana awal, yakni dengan tematik integratif. Khusus mata pelajaran sains, belum diputuskan apakah akan mulai diberikan di kelas IV, V, dan VI atau kelas V dan VI saja. Keputusan finalnya akan diserahkan kepada Komite Pendidikan yang dipimpin wakil presiden.

Peraturan pemerintah

Untuk mengantisipasi agar kurikulum tidak berganti setiap kali berganti menteri, pemerintah memiliki tiga skenario. Skenario pertama, kurikulum akan ”diamankan” dengan payung hukum peraturan pemerintah.

”Biasanya kurikulum diatur dengan peraturan menteri sehingga ada istilah ganti menteri ganti kurikulum. Dengan PP, diharapkan (kurikulum) tidak serta-merta bisa diubah,” kata Nuh.

Skenario kedua, lanjut Nuh, kurikulum diamankan melalui pelaksanaan yang bertahap dimulai dari kelas I, IV, VII, dan X. Lalu tahun kedua kurikulum baru diberlakukan di kelas II, V, VIII, dan XI. Begitu seterusnya. Adapun skenario ketiga diharapkan dari masyarakat. Kurikulum akan mampu bertahan jika masyarakat punya rasa memiliki.

Di dalam kurikulum yang baru juga ditetapkan tidak ada lagi penjurusan di tingkat SMA/MA.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menjelaskan, siswa dikelompokkan bukan lagi berdasarkan jurusan, melainkan minat IPA, IPS, atau Bahasa. Dengan peminatan ini, siswa tidak lagi harus mengambil satu bidang tertentu, tetapi bisa mengambil lintas bidang.

”Misalnya, anak yang minat IPA nanti bisa ambil mata pelajaran IPS atau Bahasa. Begitu pula sebaliknya. Seperti sistem kredit semester di perguruan tinggi,” kata Hamid.

Nuh kembali menegaskan, bahasa daerah tetap diajarkan di sekolah. Adapun alokasinya waktunya diserahkan ke setiap sekolah karena Kurikulum 2013 merupakan kurikulum minimal yang butuh pengayaan dari setiap sekolah.